Mengakhiri masa kuliah pada Februari 2016 lalu menjadi titik awal dara cantik asal Jogja, Elizabeth Grace Simanjuntak, 24, untuk melangkah ke sejumlah ajang pengembangan bakat. Jiwa mudanya untuk terus berjuang meraih prestasi menariknya hingga kini masuk menjadi Top 3 Miss Internet DIY.

Perempuan berambut panjang yang akrab disapa Ibeth ini awalnya terlibat dalam seleksi pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2016, hingga akhirnya ia dinobatkan sebagai Diajeng Sleman pada Mei 2016 lalu besamaan 30 finalis lainnya. Minatnya untuk terjun dan bersosialisasi dengan masyarakat menjadi modal utamanya untuk mengikuti ajang tersebut.

Setelah dinobatkan, banyak aktivitas yang dilakukannya bersama finalis Dimas Diajeng Sleman lainnya di antaranya mempromosikan pariwisata daerah, juga membentuk generasi baru Dimas Diajeng Sleman. “Salah satu program yang terakhir kemarin dikerjakan adalah Dimas Diajeng Cilik Sleman,” kata Ibeth belum lama ini. Ia melakukan sejumlah kegiatan bersama Dimas Diajeng Sleman selama beberapa waktu yakni mulai dinobatkan hingga masa jabatan 2018. Tak ingin berhenti menebarkan virus positif melalui kegiatan-kegiatannya di masyarakat, Ibeth menjajal mengikuti ajang Putri Indonesia pada Oktober 2016.

Elizabeth Grace Simanjuntak memberi salam dalam acara Final Miss Internet Indonesia 2017 di Bali (Foto Istimewa)

Elizabeth Grace Simanjuntak memberi salam dalam acara Final Miss Internet Indonesia 2017 di Bali (Foto Istimewa)

Semangatnya membawa dia hingga masuk 20 besar Finalis Putri Indonesia. Meski tak lolos sebagai Putri Indonesia terpilih, Ibeth tak pantang semangat. “Waktu itu melihat ada informasi dimedia sosial tentang penyelenggaran Miss Internet, penasaran jadi coba untuk mendaftar,” kata dia. Awal ketertarikan Ibeth diakuinya sejak saat menggempurnya virus hoax di tengah masyarakat. Kala itu bertepatan dengan ramai Pilkada DKI Jakarta. Menyebarnya berita hoax yang menggebu menjadi keprihatinan tersendiri yang dirasakan oleh Ibeth. Melalui ajang Miss Internet tersebut menurutnya dirinya bakal mendapat kesempatan untuk dapat mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan dunia Internet sekaligus berperan untuk berkampanye antihoax di Indonesia khususnya di DIY.
Melalui seleksi ketat, ajang yang terselenggara oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini, Ibeth bersaing dengan sejumlah peserta kontes lainnya. Untuk di DIY dalam seleksi terakhir alumnus Fisipol UGM tersebut, Ibeth berhasil bersaing dengan 80 peserta lainnya hingga ia terpilih sebagai salah satu Top 3 Miss Indonesia-DIY.

Dengan bermodal tulisan essay dan presentasi bertema Internet yang ia rancang dalam waktu satu malam Ibeth dan dua finalis lain asal DIY pun melangkah ke tingkat nasional. Final Miss Internet 2017 yang diselenggarakan di Bali rupanya belum memberikan hasil yang memuaskan bagi Ibeth. Namun, tak menjadi penyesalan yang begitu berarti baginya. Meski negitu ia tetap diamanati menjadi perwakilan DIY untuk mengemban tugas-tugas Miss Internet. Menurutnya, tugas Miss Internet yang diberikan kepada perwakilan tiap daerah cukup berat. Ia mencontohkan DIY, sebagai kota pelajar, ternyata masih banyak kekurangan dari para pengguna Internet.