Keluar dari zona nyaman. Begitu jawab tegas Elvanya Purba Dita, Juara I Putri Lawu 2017 Kabupaten Karanganyar. Dia mengaku tidak pernah menduga bisa menjadi peraih gelar utama. Mahasiswi Semester V Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu menuturkan hanya bermodal percaya diri dan berusaha maksimal saat lomba. Elvanya mengenakan busana batik rancangan Paksi Colomadu saat grand final PPL.

“Ini kali pertama nyoba. Liat pamflet jadi pingin. Enggak ada persiapan khusus. Saya daftar saat hari terakhir pendaftaran. Waktu dikasih pertanyaan, jawab spontan, saya jawab sesuai yang saya pahami. Pertanyaannya tentang cara melestarikan batik yang diklaim negara lain. Batik harus dipatenkan dan rakyat Indonesia menghargai budaya sendiri,” kata Elvanya.

Elvanya Purba Dita (Wanda Chacha C - Wasis XIV)

Elvanya Purba Dita (Wanda Chacha C – Wasis XIV)

Di tengah rasa gembiranya, Elvanya mengaku merasa deg-degan juga. Soalnya dia bakal mewakili Karanganyar untuk memperebutkan gelar Mbak Jateng. “Tapi saya tentu lebih merasa gembira karena di ajang ini saya bisa menambah teman dan pengalaman,” kata dia. Pengalaman itu antara lain berupa aneka pembekalan keterampilan seperti modelling dan kunjungan ke sejumlah tempat penting di kawasan Soloraya.

Nah, Youngers, Elvanya pun punya pesan yang layak disimak nih. “Kemandirian itu sangat penting, jangan sampai kita banyak bergantung kepada orang lain,” ujar dia. “Kita juga jangan suka membanding-bandingkan atau iri dengan sukses orang lain. Jangan pernah menyerah untuk mencapai apa pun karena dalam perjuangan kita setiap saat itu pasti membawa manfaat apa pun hasilnya,” imbuh Elvanya.